Biografi Carl Woese - Pencetus Archaea

Carl Richard Woese
Carl Richard Woese
Lahir: 15 Juli 1928 Syracuse, New York, USA 
Meninggal: 30 Desember 2012 (umur 84) Urbana, Illinois, USA 
Tempat tinggal: Urbana, Illinois , USA 
Kewarganegaraan: Amerika 
Kebangsaan: AS
Bidang: Mikrobiologi 
Institusi: University of Illinois di Urbana-Champaign Alma mater: Amherst College, Yale University 
Tesis: Studi fisik pada virus hewan (1953) 
Penasihat Doktor: Ernest C. Pollard 
Terkenal karena: Archaea 
Penghargaan: Leeuwenhoek Medal (1992), Penghargaan  Selman A. Waksman (1995), National Medal of Science (2000), Crafoord Prize (2003)

Carl Richard Woese adalah seorang ahli mikrobiologi dan biofisika asal Amerika. Woese terkenal karena mendefinisikan Archaea (domain baru atau kerajaan hidup) pada tahun 1977 oleh filogenetik taksonomi dari 16S ribosomal RNA, teknik yang dipelopori oleh Woese yang merevolusi disiplin ilmu mikrobiologi. Dia juga pencetus dunia RNA hipotesis pada tahun 1967, meskipun tidak dengan nama itu. Ia menjabat Ketua Stanley O. Ikenberry dan profesor mikrobiologi di University of Illinois di Urbana-Champaign.

Ia lahir pada 15 Juli 1928 di Syracuse, New York, USA. Woese menerima sarjana matematika dan fisika dari Amherst College pada tahun 1950 dan gelar doktor dalam bidang biofisika dari Universitas Yale. Pada tahun 1953 Woese bergabung sebagai staf pengajar di University of Illinois pada tahun 1964.

Setelah Archaea didefinisikan sebagai domain baru berdasarkan penelitian selama bertahun-tahun melalui hubungan genetik dengan metode perbandingan kesamaan morfologinya. Selanjutnya dibagi ke dalam 23 divisi utama, yang secara keseluruhan dimasukkan dalam tiga domain: Bakteri, Archaea, dan Eucarya.

Pohon filogenetik berdasarkan Woese et al. analisis rRNA
Pohon filogenetik berdasarkan Woese et al. analisis rRNA 
Woese diangkat menjadi anggota National Academy of Sciences pada tahun 1988, menerima Medali Leeuwenhoek (kehormatan tertinggi untuk bidang mikrobiologi) pada tahun 1992, Selman A. Waksman Award pada Mikrobiologi pada tahun 1995, dan National Science Medal pada tahun 2000. Pada tahun 2003, dia menerima Penghargaan Crafoord dari Royal Swedish Academy of Sciences. Pada tahun 2006, dia menjadi anggota dari Royal Society.

Woese meninggal pada tanggal 30 Desember 2012 di Urbana, Illinois, USA, menyusul komplikasi dari kanker pankreas.

Sumber: Carl Woese 

biografi Camillo Golgi - Penemu Metode Pengotoran Jaringan Saraf



Camillo Golgi
Camillo Golgi
Lahir:  
7 Juli 1843 Corteno, Kerajaan Lombardy-Venetia, Austria Empire

Meninggal:  
21 Januari 1926 (umur 82) Pavia, Italia

Kewarganegaraan: 
Kekaisaran Austria, Italia

Kebangsaan:  Italia
BIdang: Neuroscience
Institusi:  University of Pavia
Penghargaan: Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran (1906)
Camillo Golgi adalah seorang dokter Italia, ahli patologi, ilmuwan, dan pemenang Nobel. Beberapa struktur dan fenomena dalam anatomi dan fisiologi diberi nama untuknya, termasuk aparatus Golgi, para tendon organ Golgi, dan Golgi tendon refleks.

Camillo Golgi lahir 7 Juli 1843 di desa Corteno, di provinsi Brescia ( Lombardy ), bagian dari Kekaisaran Austria. Desa ini sekarang bernama Corteno Golgi untuk menghormatinya. Ayahnya adalah seorang dokter dan petugas medis kabupaten.


Pendidikan

Camillo belajar kedokteran di Universitas Pavia, di mana status Golgi sebagai mahasiswa intern di Institut Psikiatri yang dipimpin oleh Cesare Lombrosso (1835 – 1909). Ia juga bekerja di laboratorium penelitian patologi milik Giulio Bizzozero (1846-1901), seorang professor muda brilian dalam bidang ilmu jaringan atau histologi dan patologi dan Bizzozero yang telah memperkenalkan kepada Golgi ilmu dan penelitian dalam teknik pembuatan sample atau preparat jaringan hidup.

Golgi lulus pada tahun 1865, Ia banyak menghabiskan masa kariernya dengan meneliti sistem saraf pusat. Kemudian ikut melawan penjajah Negaranya selama lima tahun terakhir, sampai Italia memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1870.


Penelitian

Ketika bekerja sebagai kepala petugas kedokteran di sebuah rumah sakit jiwa, ia mencoba memasukkan logam pada jaringan saraf, terutama dengan logam perak (pengotoran perak atau silver staining). Ia menemukan sebuah metode pengotoran jaringan saraf yang akan mengotorkan beberapa sel secara acak. Hal ini membuatnya dapat mengamati jalur-jalur pada sel-sel saraf di otak untuk pertama kalinya. Ia menyebut penemuannya sebagai "reaksi hitam" (dalam bahasa Italia: reazione nera). Metode ini dikenal sebagai metode Golgi atau pengotoran Golgi. Alasan mengapa terjadi pengotoran acak masih belum dapat dijelaskan.
Hipokampus
Hipokampus dikotori dengan metode perak nitart.
Gambar oleh Golgi.
Pada reaksi hitam terjadi fiksasi partikel perak kromat pada membran neuron (sel saraf) yang disebut neurilemma dengan mereaksikan perak nitrat dengan kalium dikromat. Reaksi ini menghasilkan suatu zat hitam pada badan sel saraf, akson, dan dendrit.

Golgi juga menemukan organ sensorik tendon yang nantinya disebut reseptor Golgi. Ia mempelajari siklus hidup dari Plasmodium falciparum dan membandingkan masa demam yang terjadi pada pasien malaria dengan siklus hidup organisme ini. Dengan menggunakan teknik pengotorannya, Golgi berhasil mengidentifikasi sebuah bagian dalam sel pada 1898. Bagian itu sekarang dikenal sebagai benda Golgi.

Golgi dan Santiago Ramón y Cajal menerima Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1906 untuk penelitiannya mengenai sistem saraf.


Karir

Golgi memulai karirnya sebagai seorang peneliti pada tahun 1869 karena terpengaruh oleh tulisan Lombrosso yang menyatakan bahwa penyakit mental dapat disebabkan oleh lesi atau melemahnya komponen organik pada jaringan sel syaraf pusat. Sejak saat itu, ia meninggalkan ilmu kejiwaan (psikiatri) yang dulu ditekuninya, dan lebih berkonsentrasi pada penelitian struktur jaringan sistem syaraf.

Pada pertengahan abad 19, teknik pembuatan preparat (sampel) jaringan hidup seperti Fiksasi, Hematoxylin, dan Carmine mulai diperkenalkan. Kendati demikian, teknik pembuatan preparat seperti ini tidak bisa diterapkan karena hasilnya tidak akurat. Juga tidak memuaskan untuk mengetahui struktur jaringan pada sistem syaraf yang memiliki struktur lebih kompleks dan sistem organisasi yang khas dan berbeda dengan jaringan lainnya.

Pada 1872, karena ada masalah keuangan, Golgi berhenti melakukan kegiatan penelitian dan menerima pekerjaan sebagai Kepala Pegawai Kesehatan di Rumah Sakit Chronically III , Abbiategrasso, dekat Pavia dan Milan. Di tempat ini, ia menyulap sebuah dapur kecil menjadi laboratorium yang seadanya untuk melanjutkan penelitiannya mengenai teknik pewarnaan jaringan syaraf yang baru.

Pada tahun 1873, Golgi mempublikasikan tulisan singkat di Gazzetta Medica Italiana yang berjudul “Struktur Otak Daerah Kelabu”. Ini adalah penemuan pertama reaksi gelap (reazione nera), yang diperoleh dari jaringan syaraf yang dikeraskan dengan potassium bikromat kemudian diisi dengan perak nitrat.

Penemuan teknik pewarnaan ini kemudian dinamakan sesuai namanya yaitu, “Pewarnaan Golgi” dan sampai saat ini masih digunakan untuk pewarnaan jaringan syaraf.

Pada 1875, ia mempublikasikan artikel mengenai bulbus olfaktorius. Dalam artikel ini, ia menggambarkan struktur syaraf yang divisualisasikan dengan teknik yang ia temukan pada 1885 untuk pertama kalinya. Golgi menyodorkan risalah anatomi organ syaraf pusat yang diilustrasikan dengan bagus sekali.

Pada tahun yang sama, ia kembali ke Pavia. Dan pada 1876 , ia ditunjuk sebagai profesor ahli histologi. Satu tahun kemudian, ia menikah dengan keponakan Bizozzero, Lina Aletti. Mereka tidak memiliki anak, dan mengadopsi keponakan Golgi, Carolina.

Pada 1900, ia pernah menjadi senator. Pensiun pada 1918 dan meninggal di Pavia pada 21 Januari 1926.

Zamrisyaf - Penemu Teknologi Listrik yang berasal dari tenaga gelombang laut-sistem bandulan (PLTGL-SB)

Zamrisyaf
Zamrisyaf 
Lahir: 19 September 1958 Bukittinggi, Sumatera Barat
Kewarganegaraan: Indonesia Indonesia
Nama lain: Zamri
Pekerjaan: Teknokrat
Dikenal karena: Penemu teknologi PLTGL-SB
Agama: Islam

Zamrisyaf adalah seorang ahli kelistrikan Indonesia. Ia merupakan penemu teknologi listrik yang berasal dari tenaga gelombang laut-sistem bandulan (PLTGL-SB), dan telah mendapatkan hak paten dengan nomor HaKI P002002008541 atas nama Zamrisyaf terhadap penemuannya tersebut.


Riwayat

Zamrisyaf bukanlah seorang sarjana apalagi seorang ahli yang punya nama besar. Ia hanya seorang tamatan Sekolah Teknologi Menengah (STM) Muhammadiyah Padang. Namun tekadnya yang besar untuk ikut mengatasi masalah di kampungnya, Sitalang, Agam, yang masih mengalami kegelapan karena tiadanya sambungan listrik, ia pun melakukan berbagai percobaan, seperti membuat pembangkit listrik dari kincir angin.

Usaha Zamrisyaf mendatangkan hasil pada sekitar pertengahan 1982, sehingga ia mendapatkan banyak pujian dan janji-janji untuk pengembangan dari pejabat dan pemerintah daerah Sumatera Barat. Namun setelah lama berlalu janji yang dilontarkan pejabat dan pemerintah daerah tersebut tidak ada tindak lanjutnya, sehingga membuat Zamrisyaf menjadi malu pada orang sekitarnya karena ia merasa dianggap telah berbohong. Ia akhirnya meninggalkan kampung halamannya untuk merantau ke Malaysia.

Di tengah perantauannya sebagai pendatang haram di negeri jiran itu, Zamrisyaf mendapat kabar dari ibunya yang menyuruhnya pulang karena ia mendapatkan penghargaan Kalpataru dari Menteri Lingkungan Hidup pada 1983. Penghargaan dari pemerintah ini akhirnya juga menyadarkan pemerintah daerah Sumatera Barat. Gubernur kemudian memberikan kemudahan dengan menitipkan Zamrisyaf bekerja di Perusahaan Listrik Negara Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan (Pikitring) Sumbar-Riau. Kesempatan itu pun tak disia-siakan oleh Zamrisyaf, dengan menimba ilmu dari para ahli di PLN untuk penyempurnaan pembangkit listrik di Sumatera Barat. Ia kemudian mengganti kincir listriknya dengan turbin, yang dengan cepat menyebar ke berbagai wilayah di Sumatera Barat.


Prinsip Kerja

 teknologi listrik yang berasal dari tenaga gelombang laut-sistem bandulan (PLTGL-SB)Pembangkit listrik yang diciptakan Zamrisyaf berupa perahu ponton dengan panjang 4,8 meter, lebar 3 meter dan tinggi 3 meter berbentuk segitiga terbalik dengan berat sekitar 13 ton.

Sumber energi listrik berasal dari bandul yang dipasang horizontal menggunakan sumbu di atas ponton yang akan berayun ketika ponton digoncang gelombang.

Energi yang dihasilkan dari putaran bandul yang memiliki lengan dengan panjang 1,7 meter itu disalurkan pada sebuah dinamo.

Untuk mengoperasikan alat tersebut cukup membawanya ke laut dengan jarak sekitar 100 meter dari pantai dan sebagai penahan agar ponton tidak hanyut digunakan jangkar.

Selama masih ada gelombang ponton akan terombang ambing, maka bandul terus berputar menghasilkan energi untuk disalurkan dan diubah menjadi listrik.

Melalui karyanya, pria asal Desa Sitalang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat kelahiran 19 September 1958 itu, menciptakan pembangkit listrik tenaga gelombang, dengan sistem bandulan yang telah menghasilkan daya hingga 2.000 watt.


Penghargaan
  • Kalpataru dari Pemerintah RI (1983)
  • Pionir Pembangunan dari Pemerintah Daerah Sumatera Barat (1983)
  • Perintis Lingkungan Hidup dari Menteri Sosial Indonesia (1991
  • Tanda Kehormatan Satyalencana Pembangunan dari Presiden Indonesia (2002)
  • Dharma Karya Pertambangan dan Energi 2005 dari Menteri ESDM Indonesia (2005)
  • Tuah Sakato 2008 dari Pemerintah Daerah Sumatera Barat (2008)
  • 100 Inovator Indonesia 2008 dari Menteri Riset dan Teknologi Indonesia (2008)
  • Selain itu Zamrisyaf juga dijadikan ikon program Inspirasi Indonesia di salah satu TV swasta nasional.

Sumber:

biografi William G. Morgan - Penemu Olahraga Bola Voli


William G. MorganWilliam G. Morgan adalah tokoh asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai pencipta olahraga bola voli. Ia dikenal juga sebagai penemu bola voli pertama kali.

William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870. Morgan muda kuliah di Springfield College yang dikelola YMCA (Young Men's Christian Association). Setelah lulus, pada tahun 1895 ia mulai bekerja sebagai Direktur Pendidikan Jasmani di YMCA di Massachusetts.


Penemuan Bola Basket

William G. Morgan menemukan olahraga bola basket saat ia menjadi Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) di YMCA.

YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George William.

Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette.

Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA, menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith.

Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.


Perubahan nama 

Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang. Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).


Kematian

William G. Morgan Meninggal pada 27 Desember 1942 di New York, Amerika Serikat.
William G. Morgan adalah tokoh asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai pencipta olahraga bola voli. Ia dikenal juga sebagai penemu bola voli pertama kali.

William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870. Morgan muda kuliah di Springfield College yang dikelola YMCA (Young Men's Christian Association). Setelah lulus, pada tahun 1895 ia mulai bekerja sebagai Direktur Pendidikan Jasmani di YMCA di Massachusetts.


Penemuan Bola Basket

William G. Morgan menemukan olahraga bola basket saat ia menjadi Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) di YMCA.

YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George William.

Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette.

Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA, menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith.

Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.


Perubahan nama 

Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang. Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).


Kematian

William G. Morgan Meninggal pada 27 Desember 1942 di New York, Amerika Serikat.

biografi James Naismith - Penemu Bola Basket Pertama Kali



Dr. James Naismith
Dr. James Naismith
Lahir: 6 November 1861 Almonte, Provinsi Canada, Kerajaan Britania

Meninggal: 28 November 1939 (umur 78) Lawrence, Kansas, Amerika Serikat

Gelar: Head coach; Athletic Director

Penghargaan: Naismith Memorial Basketball Hall of Fame, FIBA Hall of Fame, Canadian Basketball Hall of Fame, Canadian Olympic Hall of Fame, Canadian Sports Hall of Fame, Ontario Sports Legends Hall of Fame, Ottawa Sports Hall of Fame, McGill University Sports Hall of Fame, Kansas State Sports Hall of Fame, Inventor of Basketball.
James Naismith adalah penemu olahraga bola basket dan orang pertama yang memperkenalkan pemakaian helm dalam olahraga American football.

Dr. James Naismith merupakan seorang guru olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachusetts.


Sejarah Penemuan

Saat bekerja sebagai guru pendidikan jasmani di YMCA International Training School di Springfield, Massachusetts pada tahun 1891, ia diajak untuk mencari cara untuk menghilangkan kebosanan yang dialami murid-muridnya dalam pelajaran olahraga saat musim dingin. Terinspirasikan sebuah permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario, Naismith menciptakan permainan yang kemudian dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891. Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble, sehingga bola hanya dapat berpindah tangan melalui pass (lemparan).

Konon, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswa untuk mulai memainkan permainan ciptaannya itu.

Pertandingan resmi bola basket yang pertama, diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja Dr.James Naismith. Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah seorang muridnya. Olahraga ini pun segera terkenal di seantero Amerika Serikat. Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat. Pertandingan demi pertandingan pun dilaksanakan di seluruh kota-kota negara bagian Amerika Serikat.

Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak ada dribble, sehingga bola hanya dapat berpindah melalui lemparan (Pass). Sejarah peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri oleh James Naismith.

Pada Agustus 1936, saat menghadiri Olimpiade Berlin 1936, Dr.James Naismith dinamakan sebagai Presiden Kehormatan Federasi Bola Basket Internasional. Terlahir sebagai warga Kanada, ia menjadi warga negara Amerika Serikat pada 4 Mei 1925.

Naismith meninggal dunia 28 November 1939, kurang dari enam bulan setelah menikah untuk kedua kalinya.

biografi Winardi Sutantyo - Penggagas Teori Terbentuknya Bintang Ganda



Winardi Sutantyo
Prof. Dr. Winardi Sutantyo
Sumber: 
www.fisikanet.lipi.go.id 
Prof. Dr. Winardi Sutantyo adalah seorang ahli astrofisika Indonesia. Bidang penelitiannya adalah tentang supernova, bintang ganda pemancar sinar X dan pulsar.

Winardi Sutantyo lahir di Surakarta pada 19 Mei 1944. Minatnya yang besar pada astronomi, membawa Winardi untuk menyelesaikan studinya di Astronomi ITB pada tahun 1971 dan melanjutkan pendidikan Doktor di Institut Astronomi Amsterdam pada tahun 1975 bawah bimbingan pakar bintang ganda ternama Prof. EPJ Van den Heuvel. Relasi guru dan murid diantara keduanya memang tak pernah putus.


Karya penting di bidang astronomi

Di kalangan astronom internasional, Winardi Sutantyo dikenal sebagai orang pertama yang mengemukakan teori terbentuknya Bintang Ganda Pemancar Sinar-X Bermassa Kecil (lebih dikenal sebagai Low Mass X-ray Binaries atau LMXB dalam istilah astronomi internasional). Model ini dikembangkan dalam menjelaskan terbentuknya Her X-1, sebuah obyek pemancar sinar-X di rasi Hercules.

Dia menjelaskan bahwa agar sistem seperti Her X-1 dapat bertahan, maka haruslah terdapat bintang ganda yang sangat berdekatan dengan beda massa yang sangat besar. Dalam kasus ini, karena adanya perbedaan evolusi antara kedua komponen tersebut (komponen yang besar akan ber-evolusi lebih dulu daripada komponen yang kecil, lihat evolusi bintang), maka bintang bermassa kecil akan menerima massa dari komponen yang besar (proses transfer massa) segera setelah komponen yang besar ini mengembang dan mencapai batas Roche lobe. Hasilnya, bagian terluar (yang kebanyakan terdiri dari hidrogen) dari bintang bermassa besar akan hilang ke angkasa sebagai angin bintang, sebab bintang bermassa kecil tidak sanggup menampung aliran massa tersebut dikarenakan Roche-lobenya yang kecil. Pada fase ini, kedua bintang dikatakan berada pada tahap selubung bersama. Hilangnya massa juga mengakibatkan hilangnya momentum sudut sehingga kedua bintang akan semakin mendekat sehingga Roche-lobe masing-masing akan semakin mengecil. Mengecilnya Roche lobe dan hilangnya massa di permukaan akan membuat bintang bermassa besar seperti "ditel4nj4ng!", dan menampakkan intinya yang sedang melangsungkan pembakaran helium.

"Bintang helium" ini adalah sebuah bintang yang sangat tidak stabil dan merupakan calon supernova. Ketika supernova meledak, akan sanggup menendang pasangannya menjauh. Supernova ini pada akhirnya akan ber-evolusi menjadi bintang netron. Ketika bintang bermassa kecil mulai ber-evolusi lebih lanjut, dia akan mengembang dan akan sanggup mengisi Roche-lobe-nya, hingga terjadi proses transfer massa untuk kedua kalinya. Proses transfer massa yang kedua inilah yang pada akhirnya menjadi sumber pemancar sinar-X, yaitu ketika bintang bermassa kecil memberikan massanya kepada bintang netron.

Karya penting lainnya adalah penjelasan mengenai sumber sinar-X yang ada di gugus bola. Winardi menduga bahwa sumber sinar-X ini disebabkan oleh sebuah tumbukan antara bintang raksasa dengan bintang netron.


Karya di bidang lain

Ia adalah penulis beberapa seri buku komputer, di antaranya "Secepat dan Semudah 123", seri "Menggunakan Microsoft Office Word", seri "Menggunakan Microsoft Office Excel", "Pemrograman dBASE III plus".


Kematian

Winardi sempat ikut merayakan ulang tahun gurunya yang ke-65 di Belanda tak lama setelah Asia Pacific Regional IAU Meeting 2005 selesai.

Tak lama setelah kembali dari Belanda, Winardi digerogoti sakit yang perlahan-lahan telah mengganggu tubuhnya sejak tahun 2002. Pada akhirnya sakit yang ia derita membawanya kembali ke peraduan Tuhan yang mengasihinya.

Winardi yang diangkat sebagai guru besar Astronomi ITB pada tahun 2005 itu akhirnya tutup usia pada tanggal 10 Maret 2006 di usia yang ke-61. Ia meninggalkan seorang istri, Asih Trisnawati, yang dinikahinya tahun 1971, serta dua orang putri, Nani dan Lidwina.

Biografi Archibald Vivian Hill - Penemu Reaksi Biokimia dalam Otot

Archibald Vivian Hill
Archibald Vivian Hill
Lahir:  
26 September 1886 Bristol, Inggris

Meninggal
3 Juni 1977 (umur 90) Cambridge, Inggris

Kebangsaan:  
Inggris Raya

Bidang
Fisiologi dan biofisika

Institusi; 
Cambridge University, University of Manchester, University College, London
Alma mater:  Cambridge University

Penasehat akademik: 
Walter Morley Fletcher

Siswa Terkemuka: 
Bernard C. Abbott, Te-Pei Feng, Ralph H. Fowler, Bernard Katz

Dikenal: 
Kerja mekanik dalam otot, Model kontraksi otot, Pendiri biofisika, Persamaan Hill (biokimia)

Penghargaan: 
Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran (1922), Royal Medal (1926), Copley Medal (1948)

Catatan: Ia adalah ayah dari Polly Hill, David Keynes Hill, Maurice Hill, dan kakek dari Nicholas Humphrey.

Archibald Vivian Hill ialah fisiolog dan biofisikawan Inggris yang menerima (dengan Otto Meyerhof) Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran tahun 1922 untuk penemuan yang berkaitan dengan produksi panas dalam otot. Bersama dengan Hermann Helmholtz Hill dianggap sebagai salah satu pendiri biofisika.

Archibald Vivian Hill lahir di Bristol pada 26 september 1886. Pendidikan awal berada di Sekolah Blundell itu, Tiverton, dia memperoleh beasiswa ke Trinity College, Cambridge. Di sini ia belajar matematika dan mengambil study matematika Tripos, yang Ketiga Wrangler (1907).

Setelah lulus, ia didesak untuk mengambil fisiologi oleh gurunya, Dr (kemudian Sir) Walter Fletcher Morley.

Setelah mendapat beasiswa di Trinity pada tahun 1910, Hill menghabiskan musim dingin 1910-1911 di Jerman, bekerja dengan Bürker (yang mengajarinya tentang teknik observasi myothermic) dan Paschen (yang memperkenalkan galvanometer, yang ia gunakan untuk menginvestigasi).

Di Universitas Cambridge (1911-1914) Hill memulai pengamatannya pada termodinamika fisiologi otot dan jaringan syaraf. Ia sanggup menunjukkan bahwa oksigen diperlukan hanya untuk kesembuhan, tidak untuk kontraktil, fase aktivitas otot, meletakkan pendirian untuk penemuan rangkaian reaksi biokimia yang dibawa dalam sel otot yang membawa akibat dalam kontraksi.

Karir

Guru besar fisiologi di Universitas Manchester (1920-1923) dan University College, London (1923-1925), ia menjabat sebagai guru besar riset Foulerton Royal Society dari 1926 sampai pengunduran dirinya pada 1951. Karya tulisnya termasuk Aktivitas Otot (1926), Gerakan Otot pada Manusia (1927), dan Mesin Kehidupan (1927). Hill juga menurunkan lambang matematika-dikenal sebagai "persamaan Hill".

Prestasi dan penghargaan
  • Officer Order of the British Empire (1918)
  • Fellow dari Royal Society (1918)
  • Penghargaan Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran (1922)
  • Pada tahun 1926 ia diundang untuk memberikan Royal Institution Kuliah Natal pada Saraf dan Otot: Bagaimana Kita Rasakan dan Move.
  • Companion of Honour (1946)
  • Copley Medal dari Royal Society (1948)
Dr Hill adalah penulis makalah ilmiah, ceramah, dan buku, Aktivitas otot (1926), Gerakan otot pada manusia (1927); Mesin juga Hidup (1927), Dilema Etis Sains dan Tulisan-tulisan lain (1960), dan Karakter dan Ujian di Physiotogy (1965).

Kematian

Archibald Vivian Hill